All Stories
Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Thursday, November 10, 2011

Selama ini Jason Mraz turut berkampanye tentang pentingnya go green. Karenanya ketika hendak tampil di Indonesia, beragam permintaan pun ia ungkapkan. Salah satunya adalah makanan tanpa daging karena ia seorang vegetarian.

"Kalau dari ridersnya dia sih cukup unik ya, tapi kita mengerti kondisi dia yang memang go green ya. Dan kebetulan kita mengadakan konser di Bali, di mana banyak turis, jadi untuk makanan kita bisa match, jadi kita enggak nemuin kesulitan," ucap Fadli Wardhana, pimpinan promotor 3 Ocean Live, ditemui di The Seminyak Beach & Resort Spa, Bali, Selasa 8/11 sore.

Selain itu ada keunikan lain dari permintaan Jason Mraz. Menurut sang promotor, Jason Mraz meminta salah satu minuman energi drink yang hanya ada di Singapura.

"Uniknya ini, dia meminta makanan no meat ya (vegetarian) dan ada satu minuman yang cuma ada di Singapura, sejenis energi drink, tapi gulanya rendah banget. Karena dia sangat concern dengan gula itu. Karena itu ada beberapa sponsor harus kita tolak karena emang bertolak belakang dengan policy dia," tuturnya.

Di konsernya nanti, sempat ada rencana alat musik Bali yang naik ke panggung. Namun rencana tersebut harus batal karena kendala waktu latihan bareng Jason Mraz. "Tadi awalnya di requirement sempat ada, lalu akhirnya enggak jadi, karena enggak ada waktu untuk latihan bersama," tandasnya. (kpl/riz/sjw)

Permintaan Unik Jason Mraz Menjelang Konser

Selama ini Jason Mraz turut berkampanye tentang pentingnya go green. Karenanya ketika hendak tampil di Indonesia, beragam permintaan pun ia ungkapkan. Salah satunya adalah makanan tanpa daging karena ia seorang vegetarian.

"Kalau dari ridersnya dia sih cukup unik ya, tapi kita mengerti kondisi dia yang memang go green ya. Dan kebetulan kita mengadakan konser di Bali, di mana banyak turis, jadi untuk makanan kita bisa match, jadi kita enggak nemuin kesulitan," ucap Fadli Wardhana, pimpinan promotor 3 Ocean Live, ditemui di The Seminyak Beach & Resort Spa, Bali, Selasa 8/11 sore.

Selain itu ada keunikan lain dari permintaan Jason Mraz. Menurut sang promotor, Jason Mraz meminta salah satu minuman energi drink yang hanya ada di Singapura.

"Uniknya ini, dia meminta makanan no meat ya (vegetarian) dan ada satu minuman yang cuma ada di Singapura, sejenis energi drink, tapi gulanya rendah banget. Karena dia sangat concern dengan gula itu. Karena itu ada beberapa sponsor harus kita tolak karena emang bertolak belakang dengan policy dia," tuturnya.

Di konsernya nanti, sempat ada rencana alat musik Bali yang naik ke panggung. Namun rencana tersebut harus batal karena kendala waktu latihan bareng Jason Mraz. "Tadi awalnya di requirement sempat ada, lalu akhirnya enggak jadi, karena enggak ada waktu untuk latihan bersama," tandasnya. (kpl/riz/sjw)

Posted at 10:17 AM |  by kang obet
Wow! Jason Miraz Konser Di Bali
  1. WartaNews, Denpasar - Ada yang berbeda di Bali malam ini, terutama di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Bali. Pelantun tembang Lucky ini berhasil menyihir sekitar 5.000 penonton dalam konser bertajuk Jason Mraz Spesial Acoustic Evening With Toca Rivera.

Gerimis yang turun di sore sempat membuat para penonton sedikit khawatir untuk menyaksikan konser ini. Tak sedikit penonton yang akhirnya memutuskan membeli payung dan jas hujan.

Sekitar pukuk 17.00 WITA, salah satu band pembuka, Maliq and D Essentials mulai menghibur penonton yang sudah hadir. Lantunan lagu dari Angga dkk, mampu membuat penonton sedikit bergoyang.

Sekitar pukul 18.30 pintu utama mulai dibuka, penonton mulai antri untuk masuk ke area konser. Antrian penonton ini pun sampai di luar Taman Bhagawan.

Cuaca tampaknya mulai bersahabat, gerimis pun berhenti berganti mendung. Penonton yang sudah menunggu di dalam tampak sudah tidak sabar melihat penampilan Jason Mraz, dan saat Jason dan Toca Rivera muncul di atas panggung pada pukul 20.00 WITA, penonton langsung bersorak. "Selamat malam," sapa Jason yang mengenakan kaos hitam bertuliskan PEACE dan ikat kepala, kepada para penonton.

Tak menunggu waktu lama, Jason langsung membuka penampilannya malam itu dengan lagu The World I See It, dan langsung dilanjutkan dengan No Doubling Back, If It Kills Me, Make It Mine, Lucky, yang langsung disambut hangat penonton dengan bernyanyi bersama. Tak ketinggalan lagu-lagu yang cukup populer di Indonesia, seperti Remedy, Mr Curiosity, Butterfly hingga I'm Yours pun dibawakan Jason dan Toca Rivera.

Usai membawakan I'm Yours, Jason mengucapkan terima kasih, dan lampu panggung mulai padam. Namun penonton tampaknya masih belum puas. Teriakan ' We want more, we want more' mulai terdengar. Tak lama kemudian Jason kembali ke atas panggung dan menutup konser malam itu dengan menyanyikan Life Is Wonderful.

"Sampai jumpa lagi, saya cinta semua, terima kasih," ucapnya dalam bahasa Indonesia yang lancar menutup konsernya pada pukul 22.30 WITA. (*/js)

Wow! Jason Miraz Konser Di Bali

Wow! Jason Miraz Konser Di Bali
  1. WartaNews, Denpasar - Ada yang berbeda di Bali malam ini, terutama di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Bali. Pelantun tembang Lucky ini berhasil menyihir sekitar 5.000 penonton dalam konser bertajuk Jason Mraz Spesial Acoustic Evening With Toca Rivera.

Gerimis yang turun di sore sempat membuat para penonton sedikit khawatir untuk menyaksikan konser ini. Tak sedikit penonton yang akhirnya memutuskan membeli payung dan jas hujan.

Sekitar pukuk 17.00 WITA, salah satu band pembuka, Maliq and D Essentials mulai menghibur penonton yang sudah hadir. Lantunan lagu dari Angga dkk, mampu membuat penonton sedikit bergoyang.

Sekitar pukul 18.30 pintu utama mulai dibuka, penonton mulai antri untuk masuk ke area konser. Antrian penonton ini pun sampai di luar Taman Bhagawan.

Cuaca tampaknya mulai bersahabat, gerimis pun berhenti berganti mendung. Penonton yang sudah menunggu di dalam tampak sudah tidak sabar melihat penampilan Jason Mraz, dan saat Jason dan Toca Rivera muncul di atas panggung pada pukul 20.00 WITA, penonton langsung bersorak. "Selamat malam," sapa Jason yang mengenakan kaos hitam bertuliskan PEACE dan ikat kepala, kepada para penonton.

Tak menunggu waktu lama, Jason langsung membuka penampilannya malam itu dengan lagu The World I See It, dan langsung dilanjutkan dengan No Doubling Back, If It Kills Me, Make It Mine, Lucky, yang langsung disambut hangat penonton dengan bernyanyi bersama. Tak ketinggalan lagu-lagu yang cukup populer di Indonesia, seperti Remedy, Mr Curiosity, Butterfly hingga I'm Yours pun dibawakan Jason dan Toca Rivera.

Usai membawakan I'm Yours, Jason mengucapkan terima kasih, dan lampu panggung mulai padam. Namun penonton tampaknya masih belum puas. Teriakan ' We want more, we want more' mulai terdengar. Tak lama kemudian Jason kembali ke atas panggung dan menutup konser malam itu dengan menyanyikan Life Is Wonderful.

"Sampai jumpa lagi, saya cinta semua, terima kasih," ucapnya dalam bahasa Indonesia yang lancar menutup konsernya pada pukul 22.30 WITA. (*/js)

Posted at 10:03 AM |  by kang obet
Paris hilton Di Bali
Buat selebriti sekelas Paris Hilton, melanglang buana jelas bukan masalah besar. Setelah sempat berlibur lama di Eropa dan India, kini Paris menyempatkan mengunjungi Indonesia, atau lebih tepatnya Bali. Sayang belum ada informasi soal tujuan Paris ke Bali saat ini. Bisa jadi Paris datang ke Bali karena Jason Mraz.

Sekitar senja tadi, Paris Hilton sempat menginformasikan kalau ia baru saja mendarat di Pulau Dewata. "Just landed in #Bali! So excited to be here for my first time! I've been wanting to come here forever! This is going to be amazing! #YES!" tulis Paris Hilton lewat Twitter.

Dua jam kemudian, Paris sudah berada di hotel tempatnya menginap dan sekali lagi memuji keindahan Bali dan pantainya. "Wow! Love the hotel I'm staying at here in #Bali. Absolutely incredible, total paradise right on the beach. So beautiful! Loves it! #YES!" papar sosialita yang sering terbelit masalah ini.

Tak jelas apakah kunjungan Paris Hilton ke Bali ini ada sangkut pautnya dengan konser bertajuk Jason Mraz Special Accoustic Evening With Toca Rivera yang digelar di Taman Bhagawan Nusa Dua, Bali. Yang jelas, ini adalah kunjungan pertama Paris Hilton ke tanah air. Semoga saja pulang nanti Paris bakal membawa kesan indah tentang Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu Paris Hilton sempat berlibur di India dan mengeluhkan kondisi ekonomi di negeri yang indah itu. "India memang indah, tapi beberapa bagiannya masih dilanda kemiskinan. Rasanya sedih sekali melihat bayi-bayi itu tidur di jalanan," tulis Paris lewat akun Twitter-nya saat itu.

Waw.., Paris Hilton Liburan Di bali, Intip yuk..!!!

Paris hilton Di Bali
Buat selebriti sekelas Paris Hilton, melanglang buana jelas bukan masalah besar. Setelah sempat berlibur lama di Eropa dan India, kini Paris menyempatkan mengunjungi Indonesia, atau lebih tepatnya Bali. Sayang belum ada informasi soal tujuan Paris ke Bali saat ini. Bisa jadi Paris datang ke Bali karena Jason Mraz.

Sekitar senja tadi, Paris Hilton sempat menginformasikan kalau ia baru saja mendarat di Pulau Dewata. "Just landed in #Bali! So excited to be here for my first time! I've been wanting to come here forever! This is going to be amazing! #YES!" tulis Paris Hilton lewat Twitter.

Dua jam kemudian, Paris sudah berada di hotel tempatnya menginap dan sekali lagi memuji keindahan Bali dan pantainya. "Wow! Love the hotel I'm staying at here in #Bali. Absolutely incredible, total paradise right on the beach. So beautiful! Loves it! #YES!" papar sosialita yang sering terbelit masalah ini.

Tak jelas apakah kunjungan Paris Hilton ke Bali ini ada sangkut pautnya dengan konser bertajuk Jason Mraz Special Accoustic Evening With Toca Rivera yang digelar di Taman Bhagawan Nusa Dua, Bali. Yang jelas, ini adalah kunjungan pertama Paris Hilton ke tanah air. Semoga saja pulang nanti Paris bakal membawa kesan indah tentang Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu Paris Hilton sempat berlibur di India dan mengeluhkan kondisi ekonomi di negeri yang indah itu. "India memang indah, tapi beberapa bagiannya masih dilanda kemiskinan. Rasanya sedih sekali melihat bayi-bayi itu tidur di jalanan," tulis Paris lewat akun Twitter-nya saat itu.

Posted at 9:54 AM |  by kang obet

Thursday, October 13, 2011

"Bali has many faults. There is in the south, north, also on the island itself."

Bali  earthquake in Bali
Asianadesun, Thursday, October 13, 2011, at 10:16 pm, the earth of Bali was rocked by massive earthquake measuring 6.8 on the Richter Scale. The disciples panicked running out while avoiding the ruins of the roof, the tourists raced out of the hotel and away from the beach, hospital patients were evacuated immediately. Everyone burst out.

A few hours later, at 14:52 pm, earthquake rocked the island again. Its strength is much smaller, "only" 5.6 SR. After all that, rocking feel strong enough.

Traumatized residents have not abated, circulating wild SMS calls will be back shaking devastating Bali on Thursday night at 17:30 pm. The news circulating calling magnitude would rise to the level of distress: 7.9 SR.

Meteorology, Climatology, and Geophysics immediately denied the issue. The question, is it true Balinese potentially devastating earthquake rocked?

Asked his response, seismologists LIPI Danny Hilman explains, true magnitude 6.8 earthquake that rocked Bali is not strange. "Bali has many faults. There is in the south, north, also on the island itself," he said when contacted VIVAnews.com. "There was nothing unusual with earthquakes in Bali. Since the first lot of earthquakes. Bali including vulnerable."

National Agency for Disaster Management (BNPB) recorded the most deadly earthquake in the region occurred on July 14, 1976 in Buleleng. 6.5 SR-based strength in the ground. At that time, 471 died.

Danny admitted, until recently active faults in Bali have not mapped properly. "His strength is not as big of Sumatra, but not bad, 6.8 to 7 SR," he said.

What about the 7.9-magnitude earthquake potential issues? "No predictions like that," he asserted.

Earthquake in Bali, Danny added, should be taken wisely. Because, in addition to dense population, Bali is an international tourist destination. "It should be educational seismicity, making evacuation routes, earthquake-resistant building regulations, apply SOP evacuation in hotels and offices," he said.

Bali earthquake according to him must be addressed with a positive, though "until now, there is also no heed, is considered disturbing the investment."

To predict the potential for an earthquake in Bali, also could be seen through the history kegempaannya. The U.S. Geological Survey, USGS, noting the island was rocked by a massive earthquake had, among others, on November 27, 1815 and January 21, 1917. Then, there was a 6.0 magnitude earthquake on May 18, 1963, magnitude 6.5 earthquake on July 14, 1976, magnitude 6.3 earthquake on October 20, 1979, and the magnitude 6.6 earthquake on December 17, 1979.

In a paper entitled Seismic Hazard Assessment in Denpasar Bali, the drafting team of ITB mention of the deadly earthquake ever shook Bali on December 17, 1979. At that time 25 people were killed and 400 others badly injured. The oldest most damaging earthquake occurred on March 29, 1862 in Buleleng. (Kd

Powerful 7.9-magnitude earthquake in Bali, Could it be?

"Bali has many faults. There is in the south, north, also on the island itself."

Bali  earthquake in Bali
Asianadesun, Thursday, October 13, 2011, at 10:16 pm, the earth of Bali was rocked by massive earthquake measuring 6.8 on the Richter Scale. The disciples panicked running out while avoiding the ruins of the roof, the tourists raced out of the hotel and away from the beach, hospital patients were evacuated immediately. Everyone burst out.

A few hours later, at 14:52 pm, earthquake rocked the island again. Its strength is much smaller, "only" 5.6 SR. After all that, rocking feel strong enough.

Traumatized residents have not abated, circulating wild SMS calls will be back shaking devastating Bali on Thursday night at 17:30 pm. The news circulating calling magnitude would rise to the level of distress: 7.9 SR.

Meteorology, Climatology, and Geophysics immediately denied the issue. The question, is it true Balinese potentially devastating earthquake rocked?

Asked his response, seismologists LIPI Danny Hilman explains, true magnitude 6.8 earthquake that rocked Bali is not strange. "Bali has many faults. There is in the south, north, also on the island itself," he said when contacted VIVAnews.com. "There was nothing unusual with earthquakes in Bali. Since the first lot of earthquakes. Bali including vulnerable."

National Agency for Disaster Management (BNPB) recorded the most deadly earthquake in the region occurred on July 14, 1976 in Buleleng. 6.5 SR-based strength in the ground. At that time, 471 died.

Danny admitted, until recently active faults in Bali have not mapped properly. "His strength is not as big of Sumatra, but not bad, 6.8 to 7 SR," he said.

What about the 7.9-magnitude earthquake potential issues? "No predictions like that," he asserted.

Earthquake in Bali, Danny added, should be taken wisely. Because, in addition to dense population, Bali is an international tourist destination. "It should be educational seismicity, making evacuation routes, earthquake-resistant building regulations, apply SOP evacuation in hotels and offices," he said.

Bali earthquake according to him must be addressed with a positive, though "until now, there is also no heed, is considered disturbing the investment."

To predict the potential for an earthquake in Bali, also could be seen through the history kegempaannya. The U.S. Geological Survey, USGS, noting the island was rocked by a massive earthquake had, among others, on November 27, 1815 and January 21, 1917. Then, there was a 6.0 magnitude earthquake on May 18, 1963, magnitude 6.5 earthquake on July 14, 1976, magnitude 6.3 earthquake on October 20, 1979, and the magnitude 6.6 earthquake on December 17, 1979.

In a paper entitled Seismic Hazard Assessment in Denpasar Bali, the drafting team of ITB mention of the deadly earthquake ever shook Bali on December 17, 1979. At that time 25 people were killed and 400 others badly injured. The oldest most damaging earthquake occurred on March 29, 1862 in Buleleng. (Kd

Posted at 7:51 PM |  by kang obet

Text Widget

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top