All Stories
Showing posts with label kewanitaan. Show all posts
Showing posts with label kewanitaan. Show all posts

Sunday, April 10, 2011

Bagaimana Merawat Organ Seks Perempuan?

Rabu, 23 Juli 2008 - 14:27 wib
Dewi Arta - Okezone
SEBAGIAN besar kaum perempuan mungkin ada yang tak menyadari manfaat lebih dari alat kelamin yang dimilikinya. Padahal, alat kelamin itu merupakan "properti" yang wajib dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya.

Untuk menjaga organ seks selalu sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit kelamin, maka setiap perempuan perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini:

1. Setelah buang air, cucilah tangan dengan sabun dan cucilah alat kelamin secara benar.

2. Setelah buang air besar, siramkan air dari arah depan (kemaluan) ke belakang (anus) dan jangan sebaliknya. Dengan begitu kotoran dari lubang anus tidak terbawa masuk ke dalam vagina. Salah satu penyebab terjadinya Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah masuknya kotoran dari dubur ke vagina.

3. Hindari penggunaan sabun apapun di wilayah vagina.

4. Hindari penggunaan cairan kimia pewangi/cairan khusus pembersih vagina karena akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina. Bila terlalu sering dipakai, justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya, muncul gatal-gatal di daerah organ intim.

5. Keringkan wilayah vagina dengan handuk bersih, lembut, dan kering, serta jangan digosok-gosok.

6. Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari.

7. Pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari celana dalam yang terlalu ketat karena akan menekan otot vagina dan membuat suasana lembap.

8. Hindari memakai celana jeans terlalu ketat di wilayah selangkangan.

9. Di waktu haid, gantilah pembalut setiap kali terasa telah basah atau lebih dari 3 jam, dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut. Pembalut yang dipakai pilih yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.

10. Gantilah pembalut sehabis buang air, meskipun tampak masih bersih ketika haid telah hampir selesai.

11. Di toilet umum, sebelumnya siram dahulu (flushing) toilet yang akan dipakai. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70 persen jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10 persen hingga 20 persen jamur candida albicans.

12. Jangan menggunakan bedak untuk daerah vagina termasuk pada bayi terutama bayi perempuan. Menurut penelitian, pemakaian bedak pada daerah tersebut terutama pada bayi dapat berdampak buruk, karena bedak dapat masuk ke dalam vagina yang di kemudian hari dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti tumor. Jika ingin menggunakan bedak, cara yang terbaik ialah dengan mengusapkan terlebih dahulu ke telapak tangan, baru diusapkan ke daerah lipatan paha dan pantat bayi yang biasanya lembap dan mudah teriritasi. Hal itu untuk menghindari supaya bedak tidak sampai masuk ke dalam vagina.

13. Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.

14. Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak saja, dan sebaiknya jangan memilih yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit. Sebaiknya membawa celana dalam ganti daripada memakai pantyliner setiap hari. (sumber buku "Kesproholic", Tim Mitra Inti)

Bagaimana Merawat Organ Seks Perempuan?

Bagaimana Merawat Organ Seks Perempuan?

Rabu, 23 Juli 2008 - 14:27 wib
Dewi Arta - Okezone
SEBAGIAN besar kaum perempuan mungkin ada yang tak menyadari manfaat lebih dari alat kelamin yang dimilikinya. Padahal, alat kelamin itu merupakan "properti" yang wajib dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya.

Untuk menjaga organ seks selalu sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit kelamin, maka setiap perempuan perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini:

1. Setelah buang air, cucilah tangan dengan sabun dan cucilah alat kelamin secara benar.

2. Setelah buang air besar, siramkan air dari arah depan (kemaluan) ke belakang (anus) dan jangan sebaliknya. Dengan begitu kotoran dari lubang anus tidak terbawa masuk ke dalam vagina. Salah satu penyebab terjadinya Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) adalah masuknya kotoran dari dubur ke vagina.

3. Hindari penggunaan sabun apapun di wilayah vagina.

4. Hindari penggunaan cairan kimia pewangi/cairan khusus pembersih vagina karena akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina. Bila terlalu sering dipakai, justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya, muncul gatal-gatal di daerah organ intim.

5. Keringkan wilayah vagina dengan handuk bersih, lembut, dan kering, serta jangan digosok-gosok.

6. Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari.

7. Pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. Hindari celana dalam yang terlalu ketat karena akan menekan otot vagina dan membuat suasana lembap.

8. Hindari memakai celana jeans terlalu ketat di wilayah selangkangan.

9. Di waktu haid, gantilah pembalut setiap kali terasa telah basah atau lebih dari 3 jam, dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut. Pembalut yang dipakai pilih yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan timbulnya rasa gatal.

10. Gantilah pembalut sehabis buang air, meskipun tampak masih bersih ketika haid telah hampir selesai.

11. Di toilet umum, sebelumnya siram dahulu (flushing) toilet yang akan dipakai. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70 persen jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10 persen hingga 20 persen jamur candida albicans.

12. Jangan menggunakan bedak untuk daerah vagina termasuk pada bayi terutama bayi perempuan. Menurut penelitian, pemakaian bedak pada daerah tersebut terutama pada bayi dapat berdampak buruk, karena bedak dapat masuk ke dalam vagina yang di kemudian hari dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti tumor. Jika ingin menggunakan bedak, cara yang terbaik ialah dengan mengusapkan terlebih dahulu ke telapak tangan, baru diusapkan ke daerah lipatan paha dan pantat bayi yang biasanya lembap dan mudah teriritasi. Hal itu untuk menghindari supaya bedak tidak sampai masuk ke dalam vagina.

13. Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.

14. Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak saja, dan sebaiknya jangan memilih yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit. Sebaiknya membawa celana dalam ganti daripada memakai pantyliner setiap hari. (sumber buku "Kesproholic", Tim Mitra Inti)

Posted at 6:14 AM |  by kang obet

Saturday, April 9, 2011


Bagi kaum wanita pembalut sudah merupakan teman setia yang selalu menemani dikala sedang datang bulan  (haid). Bahkan kaum laki-laki pun  tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Secara umum, Pembalut wanita adalah sebuah perangkat yang digunakan oleh wanita di saat menstruasi, ini berfungsi untuk menyerap darah dari vagina supaya tidak meleleh ke mana-mana.

Namun tahukah Anda bahwa pembalut yang anda pakai sekarang ini bisa berpotensi menimbulkan masalah kewanitaan yang sangat kompleks? Simak informasi berikut.
  • Menurut Yayasan Kanker Indonesia, Saat ini penyakit Kanker Leher Rahim menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita per tahun.
  • Sebanyak 52 juta dari sekitar 115 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker mulut rahim (kanker serviks) karena berbagai alasan, kata dr Djemi, SpoG dalam Seminar "Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara pada Wanita", di Palu Maret 2007 (kutipan harian Analisa, Minggu 25/03/2007).
  • Jika seorang wanita sejak berumur 20 tahun telah terjangkit infeksi vagina, maka sedikitnya 6 tahun waktu hidupnya akan dihabiskan hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi.
  • Pada saat ini, banyak wanita dalam masa usia subur yang telah diangkat rahimnya, yang mereka tidak mendapatkan keturunan
  • Salah satu penyebab wanita terjangkit infeksi vagina adalah disebabkan oleh pemakaian Pembalut yang tidak berkualitas. 
  • Kebanyakan produsen pembalut wanita adalah menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi penggunanya dan mengakibatkan berbagai penyakit dalam sistem reproduksi wanita.
Sekarang mari kita uji Kualitas Pembalut yang anda pakai
  • Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti di dalamnya.
  • Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
  • Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  • Lihat perubahan warna air.
  • Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih.
  • Anda akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas
  • Dari produk yang berkualitas buruk? tersebut mengandung Dioxin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/servik.
Bagaimanakah zat Dioxin bisa meresap ke dalam rahim?
Apabila darah haid jatuh ke atas permukaan pembalut wanita, zat DIOXIN akan dilepaskan melalui proses penguapan. Bila Pembalut yang mengandung zat Dioxin ditambah darah menstruasi yang jatuh ke permukaan pembalut (darah yang kotor, bakteri, kuman) mengenai permukaan vagina, zat-zat tersebut dihisap ke dalam rahim melalui saluran serviks lalu masuk ke dalam rahim (uterus), selanjutnya bersama-sama aliran darah menuju ke organ-organ tubuh lainnya.
Pertamanya akan mengenai permukaan vagina / vulva, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, selanjutnya masuk ke dalam uterus, berikutnya melalui Tuba Fallopi dan berakhir di ovarium.
Itulah sebabnya, pada area yang paling banyak terpapar DIOXIN inilah, wanita paling sering bermasalah. Karena memang pada faktanya, pembalut biasa yang menjadi sahabat wanita (terutama saat haid) ini, ternyata justru berpotensi menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan pada organ kewanitaan.

Apa kanker Serviks ?
  • Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks.
  • Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.
  • Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia
  • Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di seluruh dunia
  • Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.
  • Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda
  • Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.
Apa Penyebab kanker Serviks ?
Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV)

Kriteria Pembalut Yang Baik
  • Tidak mengandung Florensen, sehingga aman digunakan
  • 100 % terbuat dari Kapas (Cotton)
  • Bahan berkualitas tinggi dan tidak mudah tembus
  • Tidak mengandung zat pemutih.
  • Tidak mengandung zat DIOXIN.
  • Mampu menjadi Antiseptik
  • Mampu membasmi Kuman dan bau.

Hati-hati Memilih Pembalut


Bagi kaum wanita pembalut sudah merupakan teman setia yang selalu menemani dikala sedang datang bulan  (haid). Bahkan kaum laki-laki pun  tidak asing lagi dengan benda yang satu ini. Secara umum, Pembalut wanita adalah sebuah perangkat yang digunakan oleh wanita di saat menstruasi, ini berfungsi untuk menyerap darah dari vagina supaya tidak meleleh ke mana-mana.

Namun tahukah Anda bahwa pembalut yang anda pakai sekarang ini bisa berpotensi menimbulkan masalah kewanitaan yang sangat kompleks? Simak informasi berikut.
  • Menurut Yayasan Kanker Indonesia, Saat ini penyakit Kanker Leher Rahim menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita per tahun.
  • Sebanyak 52 juta dari sekitar 115 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker mulut rahim (kanker serviks) karena berbagai alasan, kata dr Djemi, SpoG dalam Seminar "Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara pada Wanita", di Palu Maret 2007 (kutipan harian Analisa, Minggu 25/03/2007).
  • Jika seorang wanita sejak berumur 20 tahun telah terjangkit infeksi vagina, maka sedikitnya 6 tahun waktu hidupnya akan dihabiskan hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi.
  • Pada saat ini, banyak wanita dalam masa usia subur yang telah diangkat rahimnya, yang mereka tidak mendapatkan keturunan
  • Salah satu penyebab wanita terjangkit infeksi vagina adalah disebabkan oleh pemakaian Pembalut yang tidak berkualitas. 
  • Kebanyakan produsen pembalut wanita adalah menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi penggunanya dan mengakibatkan berbagai penyakit dalam sistem reproduksi wanita.
Sekarang mari kita uji Kualitas Pembalut yang anda pakai
  • Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti di dalamnya.
  • Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
  • Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit.
  • Lihat perubahan warna air.
  • Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih.
  • Anda akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas
  • Dari produk yang berkualitas buruk? tersebut mengandung Dioxin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/servik.
Bagaimanakah zat Dioxin bisa meresap ke dalam rahim?
Apabila darah haid jatuh ke atas permukaan pembalut wanita, zat DIOXIN akan dilepaskan melalui proses penguapan. Bila Pembalut yang mengandung zat Dioxin ditambah darah menstruasi yang jatuh ke permukaan pembalut (darah yang kotor, bakteri, kuman) mengenai permukaan vagina, zat-zat tersebut dihisap ke dalam rahim melalui saluran serviks lalu masuk ke dalam rahim (uterus), selanjutnya bersama-sama aliran darah menuju ke organ-organ tubuh lainnya.
Pertamanya akan mengenai permukaan vagina / vulva, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, selanjutnya masuk ke dalam uterus, berikutnya melalui Tuba Fallopi dan berakhir di ovarium.
Itulah sebabnya, pada area yang paling banyak terpapar DIOXIN inilah, wanita paling sering bermasalah. Karena memang pada faktanya, pembalut biasa yang menjadi sahabat wanita (terutama saat haid) ini, ternyata justru berpotensi menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan pada organ kewanitaan.

Apa kanker Serviks ?
  • Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks.
  • Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.
  • Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia
  • Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di seluruh dunia
  • Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks.
  • Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda
  • Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.
Apa Penyebab kanker Serviks ?
Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV)

Kriteria Pembalut Yang Baik
  • Tidak mengandung Florensen, sehingga aman digunakan
  • 100 % terbuat dari Kapas (Cotton)
  • Bahan berkualitas tinggi dan tidak mudah tembus
  • Tidak mengandung zat pemutih.
  • Tidak mengandung zat DIOXIN.
  • Mampu menjadi Antiseptik
  • Mampu membasmi Kuman dan bau.

Posted at 7:55 AM |  by kang obet
Organ reproduksi wanita terdiri atas vulva, vagina, serviks, rahim, saluran telur dan indung telur.
Saat seorang anak wanita dilahirkan, organ reproduksi yang dimilikinya sudah lengkap. Tapi, fungsi reproduksi tidak akan berjalan sepenuhnya sebelum ia melewati masa pubertas.

Vulva
Vulva adalah daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas bagian tubuh yang dikenal dengan istilah mons pubis, labia, klitoris dan daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.

Mons pubis
Mons pubis adalah sebuah gundukan tepat di bagian bawah perut. Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.

Labia
Labia adalah lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Hanya saja bibir ini letaknya vertikal, bukan horisontal. Labia ada dua pasang yaitu sebelah luar (labia mayora) dan sebelah dalam (labia minora.).

Klitoris
Klitoris adalah suatu tonjolan kecil yang terletak pada pertemuan antara ke dua labia minor dan dasar mons pubis. Organ mungil ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual.

Uretra
Uretra adalah saluran terdepan dari sistem saluran kemih kita. Pada wanita, ujung luar uretra terletak tepat di bawah klitoris. Di bawah uretra terdapat pintu masuk vagina.

Vagina adalah sebuah tabung otot yang pada wanita dewasa berukuran antara 8 sampai 12 cm. Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya.

Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini biasanya akan rusak saat seorang wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. Walaupun demikian, terkadang selaput ini bisa rusak oleh sebab lain, atau malah tidak rusak walaupun sudah berkali-kali melakukan hubungan seksual.

Serviks
Serviks dikenal juga dengan istilah mulut rahim. Disebut demikian karena serviks memang merupakan bagian terdepan dari rahim yang menonjol ke dalam vagina.

Saluran pada serviks sangat sempit sehingga tampon vagina tidak mungkin masuk ke dalam rahim. Walaupun demikian saluran tersebut cukup besar untuk dilewati oleh cairan sperma saat seseorang melakukan hubungan seksual.

Saluran yang berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat proses persalinan dimulai. Mungkin Anda pernah mendengar dokter berkata, pembukaan belum lengkap Yang dimaksud adalah pembukaan pada serviks.

Uterus
Rahim adalah organ yang punya peranan besar dalam kehidupan seorang wanita, mulai dari siklus menstruasi sampai saat mengandung dan melahirkan.

Pada keadaan normal, ukuran rahim cukup kecil, kira-kira hanya sebesar genggaman tangan pemiliknya. Tapi saat mengandung, ukuran ini akan berubah menjadi demikian besar hingga bayi pun mampu dilindunginya. Bayangkan, betapa hebat dan kuat otot yang membangunnya.

Rahim terdiri atas 3 lapisan: endometrium, miometrium dan perimetrium. Lapisan terdalam (endometrium) akan tumbuh menebal selama siklus menstruasi dan akan luruh menjadi darah menstruasi saat kehamilan tidak terjadi.

Tuba falopi
Tuba falopii adalah organ yang dikenal dengan istilah saluran telur. Ujung yang satu dari tuba falopii akan bermuara di uterus sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen.

Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai yang bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium. Dari fimbria, telur akan digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.

Ovarium
Organ kecil berdiameter sekitar 4-5 cm ini sangat berperan dalam fungsi reproduksi. Ia adalah indung telur yang melepaskan sel telur matang setiap bulannya. Pada umumnya sel telur yang dilepaskan hanya 1 buah setiap bulan. Tapi pada sebagian wanita, bisa saja sel telur yang dilepaskan berjumlah lebih.

Selain berfungsi menghasilkan telur, ovarium juga bertugas untuk menghasilkan hormon seperti estrogen dan progesteron.

Alat Reproduksi Wanita

Organ reproduksi wanita terdiri atas vulva, vagina, serviks, rahim, saluran telur dan indung telur.
Saat seorang anak wanita dilahirkan, organ reproduksi yang dimilikinya sudah lengkap. Tapi, fungsi reproduksi tidak akan berjalan sepenuhnya sebelum ia melewati masa pubertas.

Vulva
Vulva adalah daerah yang menyelubungi vagina. Vulva terdiri atas bagian tubuh yang dikenal dengan istilah mons pubis, labia, klitoris dan daerah ujung luar vagina dan saluran kemih.

Mons pubis
Mons pubis adalah sebuah gundukan tepat di bagian bawah perut. Daerah ini dapat dikenali dengan mudah karena tertutup oleh rambut pubis. Rambut ini akan tumbuh saat seorang gadis beranjak dewasa.

Labia
Labia adalah lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis. Hanya saja bibir ini letaknya vertikal, bukan horisontal. Labia ada dua pasang yaitu sebelah luar (labia mayora) dan sebelah dalam (labia minora.).

Klitoris
Klitoris adalah suatu tonjolan kecil yang terletak pada pertemuan antara ke dua labia minor dan dasar mons pubis. Organ mungil ini sangat sensitif dan berperan besar dalam fungsi seksual.

Uretra
Uretra adalah saluran terdepan dari sistem saluran kemih kita. Pada wanita, ujung luar uretra terletak tepat di bawah klitoris. Di bawah uretra terdapat pintu masuk vagina.

Vagina adalah sebuah tabung otot yang pada wanita dewasa berukuran antara 8 sampai 12 cm. Karena terbentuk dari otot, vagina bisa melebar dan menyempit. Kemampuan ini sangat hebat, terbukti pada saat melahirkan vagina bisa melebar seukuran bayi yang melewatinya.

Pada bagian ujung yang terbuka, vagina ditutupi oleh sebuah selaput tipis yang dikenal dengan istilah selaput dara. Bentuknya bisa berbeda-beda antara tiap wanita. Selaput ini biasanya akan rusak saat seorang wanita melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. Walaupun demikian, terkadang selaput ini bisa rusak oleh sebab lain, atau malah tidak rusak walaupun sudah berkali-kali melakukan hubungan seksual.

Serviks
Serviks dikenal juga dengan istilah mulut rahim. Disebut demikian karena serviks memang merupakan bagian terdepan dari rahim yang menonjol ke dalam vagina.

Saluran pada serviks sangat sempit sehingga tampon vagina tidak mungkin masuk ke dalam rahim. Walaupun demikian saluran tersebut cukup besar untuk dilewati oleh cairan sperma saat seseorang melakukan hubungan seksual.

Saluran yang berdinding tebal ini akan menipis dan membuka saat proses persalinan dimulai. Mungkin Anda pernah mendengar dokter berkata, pembukaan belum lengkap Yang dimaksud adalah pembukaan pada serviks.

Uterus
Rahim adalah organ yang punya peranan besar dalam kehidupan seorang wanita, mulai dari siklus menstruasi sampai saat mengandung dan melahirkan.

Pada keadaan normal, ukuran rahim cukup kecil, kira-kira hanya sebesar genggaman tangan pemiliknya. Tapi saat mengandung, ukuran ini akan berubah menjadi demikian besar hingga bayi pun mampu dilindunginya. Bayangkan, betapa hebat dan kuat otot yang membangunnya.

Rahim terdiri atas 3 lapisan: endometrium, miometrium dan perimetrium. Lapisan terdalam (endometrium) akan tumbuh menebal selama siklus menstruasi dan akan luruh menjadi darah menstruasi saat kehamilan tidak terjadi.

Tuba falopi
Tuba falopii adalah organ yang dikenal dengan istilah saluran telur. Ujung yang satu dari tuba falopii akan bermuara di uterus sedangkan ujung yang lain merupakan ujung bebas dan terhubung ke dalam rongga abdomen.

Ujung yang bebas berbentuk seperti umbai yang bergerak bebas. Ujung ini disebut fimbria dan berguna untuk menangkap sel telur saat dilepaskan oleh ovarium. Dari fimbria, telur akan digerakkan oleh rambut-rambut halus yang terdapat di dalam saluran telur menuju ke dalam rahim.

Ovarium
Organ kecil berdiameter sekitar 4-5 cm ini sangat berperan dalam fungsi reproduksi. Ia adalah indung telur yang melepaskan sel telur matang setiap bulannya. Pada umumnya sel telur yang dilepaskan hanya 1 buah setiap bulan. Tapi pada sebagian wanita, bisa saja sel telur yang dilepaskan berjumlah lebih.

Selain berfungsi menghasilkan telur, ovarium juga bertugas untuk menghasilkan hormon seperti estrogen dan progesteron.

Posted at 7:51 AM |  by kang obet

Text Widget

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top