All Stories
Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Wednesday, November 30, 2011

arjuna menebar cinta
Siapa kira cewek tidak minat dengan pria pengangguran,  fakta ini justru membuktikan bahwa  pekerjaan tetap bukan segalanya modal untuk merebut hati wanita. Jamie Cumming jadi buah bibir di Inggris dan mewakili potret ‘putus asa ekonomi’ Eropa saat ini. Pria pengangguran itu kini tengah menantikan kelahiran anak ke-16 dari wanita ke-14 yang disuntingnya. Asal tahu saja, Cumming baru berusia 34 tahun dan menganggur.
Secara finansial, ia memang tak mampu menghidupi anak-anaknya. Dia bersama anak-anaknya dan ke-13 wanita yang jadi ibu biologis anak-anaknya, hidup dengan mengandalkan tunjangan pemerintah.”Dia sudah menganggur selama bertahun-tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin bekerja,” kata Lorraine, ibunya. “Kami tidak berbicara satu sama lain, dan, meskipun aku mencintai dia sebagai anakku, aku sangat kecewa dengan bagaimana dia menjalani kehidupannya.”
Anak-anak Cumming tinggal bersama ibu mereka. Hanya tiga anak yang tinggal bersamanya. Cumming pertama kali mendapatkan anak pada usia 17 tahun. Antara 1997 dan 2002, Cumming menjadi ayah lima anak dari lima ibu yang berbeda.Pada tahun 2004, ia menjadi bapak dua anak perempuan dan seorang anak yang semuanya lahir dalam bulan yang sama, dan antara Desember 2007 dan Agustus 2008, mantan bartender ini mendapatkan tiga anak.

“Saya akan mengatakan dia adalah predator seksual,” kata ibunya lagi. Kebanyakan wanita-wanita yang dinikahinya, masih berusia belia.Weh weh ini dalam istilah Jawa nya lelananning jagad alias istilah bekennya Don Juan.. tebar benih sani sini tanpa beban..

Kisah Pria Pengangguran Yang Punya 16 Anak Dari 14 Wanita

arjuna menebar cinta
Siapa kira cewek tidak minat dengan pria pengangguran,  fakta ini justru membuktikan bahwa  pekerjaan tetap bukan segalanya modal untuk merebut hati wanita. Jamie Cumming jadi buah bibir di Inggris dan mewakili potret ‘putus asa ekonomi’ Eropa saat ini. Pria pengangguran itu kini tengah menantikan kelahiran anak ke-16 dari wanita ke-14 yang disuntingnya. Asal tahu saja, Cumming baru berusia 34 tahun dan menganggur.
Secara finansial, ia memang tak mampu menghidupi anak-anaknya. Dia bersama anak-anaknya dan ke-13 wanita yang jadi ibu biologis anak-anaknya, hidup dengan mengandalkan tunjangan pemerintah.”Dia sudah menganggur selama bertahun-tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda ingin bekerja,” kata Lorraine, ibunya. “Kami tidak berbicara satu sama lain, dan, meskipun aku mencintai dia sebagai anakku, aku sangat kecewa dengan bagaimana dia menjalani kehidupannya.”
Anak-anak Cumming tinggal bersama ibu mereka. Hanya tiga anak yang tinggal bersamanya. Cumming pertama kali mendapatkan anak pada usia 17 tahun. Antara 1997 dan 2002, Cumming menjadi ayah lima anak dari lima ibu yang berbeda.Pada tahun 2004, ia menjadi bapak dua anak perempuan dan seorang anak yang semuanya lahir dalam bulan yang sama, dan antara Desember 2007 dan Agustus 2008, mantan bartender ini mendapatkan tiga anak.

“Saya akan mengatakan dia adalah predator seksual,” kata ibunya lagi. Kebanyakan wanita-wanita yang dinikahinya, masih berusia belia.Weh weh ini dalam istilah Jawa nya lelananning jagad alias istilah bekennya Don Juan.. tebar benih sani sini tanpa beban..

Posted at 8:59 AM |  by kang obet

Thursday, November 17, 2011

Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian.

Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, "Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa kesepian dan tidak bahagia. Saya merasakan kehidupan yang hampa dan tidak bermakna lagi."

Sambil tersenyum bijak, tanpa berkomentar sedikit pun si bibi memanggil seorang perempuan, yang bekerja sebagai pembantu harian di rumah itu.

"Mbak Anik. Ini keponakan ibu. Datang dari kota ingin mendengar kisah bahagia. Nah, tolong diceritakan, bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?"

Anik duduk di kursi yang ada di dekat perempuan itu, lalu mulai bercerita dengan gaya bahasanya yang lugu dan sederhana. Suaranya jernih dan jelas.

"Begini, Non. Saya pernah punya suami dan anak. Tetapi, suami saya meninggal karena kanker. Celakanya, tiga bulan kemudian putra tunggal saya menyusul bapaknya, meninggal ditabrak truk.
Saat itu, saya tidak punya siapa pun. Saya enggak bisa tidur, enggak enak makan, enggak bisa tersenyum apalagi tertawa. Tiap hari selalu ada waktu untuk menangisi nasib saya yang jelek ini. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri saja.
 Lalu suatu malam, waktu pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.
 Saya sendiri merasa keheranan, lalu berpikir, jika membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia. Jadi, hari berikutnya, saya membuat kue pisang dan memberikannya ke tetangga yang lagi sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat senang menerima pemberian saya dan kami pun sempat ngobrol dengan bahagia.
Setiap hari, saya mencoba berbuat baik, paling sedikit satu kali sehari berbuat baik. Karena yang saya rasakan, saat melihat orang lain bahagia, saya juga merasa bahagia. Hari ini, rasanya tidak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang lain."

Mendengar cerita Anik, sontak perempuan kaya itu menangis. Ia sadar, ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang. Kekayaan yang dipunyai ternyata tidak mampu membuatnya bahagia.

Netter yang berbahagia,
Syukur adalah magnet keberkahan! Dengan mensyukuri atas segala sesuatu yang telah kita miliki, maka kebahagiaan akan selalu mengalir di kehidupan kita. Sebaliknya jika kita tidak mampu menerima keadaan kita hari ini, sebagaimana adanya dan mensyukurinya, maka akan muncul "ketimpangan" batin. Akan terjadi gejolak ketidaknyamanan, ketidakbahagiaan, yang akan membawa kita pada penderitaan yang berkepanjangan.
Bisa bersyukur adalah "ilmu hidup" yang harus kita praktikkan. Kebahagiaan itu, bukan sekadar apa yang kita dapatkan, malah seringkali, mampu memberikan bantuan / pertolongan bagi orang yang memerlukan, dan hal itu pasti akan melahirkan kebahagiaan sejati yang alami.
Salam sukses luar biasa!!!

sumber : m.andriewongso

Menemukan Kebahagiaan Hidup

Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian.

Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, "Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa kesepian dan tidak bahagia. Saya merasakan kehidupan yang hampa dan tidak bermakna lagi."

Sambil tersenyum bijak, tanpa berkomentar sedikit pun si bibi memanggil seorang perempuan, yang bekerja sebagai pembantu harian di rumah itu.

"Mbak Anik. Ini keponakan ibu. Datang dari kota ingin mendengar kisah bahagia. Nah, tolong diceritakan, bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?"

Anik duduk di kursi yang ada di dekat perempuan itu, lalu mulai bercerita dengan gaya bahasanya yang lugu dan sederhana. Suaranya jernih dan jelas.

"Begini, Non. Saya pernah punya suami dan anak. Tetapi, suami saya meninggal karena kanker. Celakanya, tiga bulan kemudian putra tunggal saya menyusul bapaknya, meninggal ditabrak truk.
Saat itu, saya tidak punya siapa pun. Saya enggak bisa tidur, enggak enak makan, enggak bisa tersenyum apalagi tertawa. Tiap hari selalu ada waktu untuk menangisi nasib saya yang jelek ini. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri saja.
 Lalu suatu malam, waktu pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.
 Saya sendiri merasa keheranan, lalu berpikir, jika membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia. Jadi, hari berikutnya, saya membuat kue pisang dan memberikannya ke tetangga yang lagi sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat senang menerima pemberian saya dan kami pun sempat ngobrol dengan bahagia.
Setiap hari, saya mencoba berbuat baik, paling sedikit satu kali sehari berbuat baik. Karena yang saya rasakan, saat melihat orang lain bahagia, saya juga merasa bahagia. Hari ini, rasanya tidak ada orang yang bisa makan lahap dan tidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang lain."

Mendengar cerita Anik, sontak perempuan kaya itu menangis. Ia sadar, ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang. Kekayaan yang dipunyai ternyata tidak mampu membuatnya bahagia.

Netter yang berbahagia,
Syukur adalah magnet keberkahan! Dengan mensyukuri atas segala sesuatu yang telah kita miliki, maka kebahagiaan akan selalu mengalir di kehidupan kita. Sebaliknya jika kita tidak mampu menerima keadaan kita hari ini, sebagaimana adanya dan mensyukurinya, maka akan muncul "ketimpangan" batin. Akan terjadi gejolak ketidaknyamanan, ketidakbahagiaan, yang akan membawa kita pada penderitaan yang berkepanjangan.
Bisa bersyukur adalah "ilmu hidup" yang harus kita praktikkan. Kebahagiaan itu, bukan sekadar apa yang kita dapatkan, malah seringkali, mampu memberikan bantuan / pertolongan bagi orang yang memerlukan, dan hal itu pasti akan melahirkan kebahagiaan sejati yang alami.
Salam sukses luar biasa!!!

sumber : m.andriewongso

Posted at 11:38 AM |  by kang obet

Sunday, November 6, 2011


Kisah Menyetuh Hati, Pengorbanan Seorang Ibu Melindungi Anaknya Dari Runtuhan Gempa-Artikel ini admin peroleh dari kiriman email seorang sahabat (Herizal Alwi). 
Ini adalah kisah nyata tentang pengorbanan seorang ibu ketika gempa bumi melanda Jepang. Ketika gempa bumi telah reda, sewaktu regu penyelamat tiba di sebuah rumah yang telah musnah milik seorang wanita muda, diantara reruntuhan mereka melihat tubuh seorang wanita dalam posisi seperti berlutut (seperti orang yg sedang bersembahyang/berdoa), dengan badannya menunduk ke depan dan kedua-dua tangannya seperti melindungi sesuatu. Runtuhan rumah tersebut telah mengenai pada bahagian belakang dan kepalanya.

Regu penyelamat dengan susah payah untuk mencapai wanita tersebut melalui celahan runtuhan tersebut dengan harapan wanita tersebut masih hidup. Namun begitu, keadaan badan wanita tersebut yg sejuk dan kaku menunjukkan yang dia sudah tiada lagi. Regu penyelamat lantas terus meninggalkan rumah wanita tersebut.

Tiba-tiba, ketua Regu penyelamat merasakan seperti ada sesuatu yang tidak semestinya, lalu diputuskan kembali ke rumah tersebut. Dia telah berlutut sekali lagi dan coba mencapai sedaya upayanya diantara runtuhan untuk mencapai sedikit ruang kosong di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, dia menjerit, "ada bayi, ada bayi disini!!" Lantas seluruh pasukan penyelamat bekerjasama menyingkirkan sisa runtuhan disekeliling mayat wanita tersebut. Apa yang mereka lihat ada seorang bayi lelaki yang berusia 3 bulan yang berbalut deangan selimut di dalam pelukan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut telah terkorban ketika melindungi bayinya. Ketika gempa bumi terjadi, dia telah menggunakan tubuhnya sebagai perisai pelindung bagi bayinya. Bayi tersebut masih nyenyak tidur ketika ketua regu penyelamat mengangkatnya keluar dari celah runtuhan.

Dokter dengan segera memeriksa keadaan bayi lelaki tersebut dan ketika docter membuka balutan selimut bayi itu, dia menemukan sebuah telepon seluler dan terpampang di layar telepon tersebut sepotong pesan bertuliskan
"SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU.."
Pesan ini telah dibaca oleh semua orang yang berada di situ, dan mereka semua menangis dan tersentuh.

Pengorbanan, Seorang Ibu rela Mati demi Anaknya


Kisah Menyetuh Hati, Pengorbanan Seorang Ibu Melindungi Anaknya Dari Runtuhan Gempa-Artikel ini admin peroleh dari kiriman email seorang sahabat (Herizal Alwi). 
Ini adalah kisah nyata tentang pengorbanan seorang ibu ketika gempa bumi melanda Jepang. Ketika gempa bumi telah reda, sewaktu regu penyelamat tiba di sebuah rumah yang telah musnah milik seorang wanita muda, diantara reruntuhan mereka melihat tubuh seorang wanita dalam posisi seperti berlutut (seperti orang yg sedang bersembahyang/berdoa), dengan badannya menunduk ke depan dan kedua-dua tangannya seperti melindungi sesuatu. Runtuhan rumah tersebut telah mengenai pada bahagian belakang dan kepalanya.

Regu penyelamat dengan susah payah untuk mencapai wanita tersebut melalui celahan runtuhan tersebut dengan harapan wanita tersebut masih hidup. Namun begitu, keadaan badan wanita tersebut yg sejuk dan kaku menunjukkan yang dia sudah tiada lagi. Regu penyelamat lantas terus meninggalkan rumah wanita tersebut.

Tiba-tiba, ketua Regu penyelamat merasakan seperti ada sesuatu yang tidak semestinya, lalu diputuskan kembali ke rumah tersebut. Dia telah berlutut sekali lagi dan coba mencapai sedaya upayanya diantara runtuhan untuk mencapai sedikit ruang kosong di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, dia menjerit, "ada bayi, ada bayi disini!!" Lantas seluruh pasukan penyelamat bekerjasama menyingkirkan sisa runtuhan disekeliling mayat wanita tersebut. Apa yang mereka lihat ada seorang bayi lelaki yang berusia 3 bulan yang berbalut deangan selimut di dalam pelukan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut telah terkorban ketika melindungi bayinya. Ketika gempa bumi terjadi, dia telah menggunakan tubuhnya sebagai perisai pelindung bagi bayinya. Bayi tersebut masih nyenyak tidur ketika ketua regu penyelamat mengangkatnya keluar dari celah runtuhan.

Dokter dengan segera memeriksa keadaan bayi lelaki tersebut dan ketika docter membuka balutan selimut bayi itu, dia menemukan sebuah telepon seluler dan terpampang di layar telepon tersebut sepotong pesan bertuliskan
"SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU.."
Pesan ini telah dibaca oleh semua orang yang berada di situ, dan mereka semua menangis dan tersentuh.

Posted at 6:05 PM |  by kang obet
Pengemis Cheng Guorong punya gaya tersendiri dalam hal berpakaian. Tentu ia tidak mengenakan baju mahal, namun cara berpakaiannya memang modis. Meski jaket yang dikenakannya kumal dan ikat pinggangnya hanya berupa potongan kain, tampilan Cheng memang keren.
Rambutnya yang dibiarkan acak-acakan justru membuatnya tambah gaya. Apalagi kala berjalan di jalanan Ningbo, China. Karena itu ia kerap jadi pusat perhatian, termasuk perhatian seorang fotografer. Oleh fotografer amatir itu, foto Cheng dikirim ke sebuah forum dan mendapat banyak respon.

pengemis yang modis

Belakangan fotonya makin banyak di internet dan menjadikan Cheng sebagai salah satu "tokoh" yang paling banyak dicari. Beragam komentar yang mengaguminya muncul. Sampai-sampai sejumlah artis ikut memberi komentar tentang gaya berpakaiannya. Jangan heran jika koran besar Inggris The Independent kemudian memuat ceritanya dengan judul Handsome Chinese Vagrant Draw Fans of "Homeless Chic". Begitu juga koran lainnya, seperti The Telegraph.
Kena Musibah
Latar belakang Cheng sebenarnya tak begitu buruk. Cheng yang kelahiran tahun 1976 suatu kali meninggalkan Boyang untuk mengadu nasib ke Ningbo mencari pekerjaan. Ia meninggalkan istri yang sedang hamil dan seorang anak usia setahun. Setelah mendapat pekerjaan ia menetap di sana. Keluarganya juga tahu ia di sana. Akan tetapi setelah tahun 2003 keluarganya kehilangan kontak. Mereka berkali-kali datang ke Ningbo mencarinya namun tak juga bertemu. Akhirnya keluarga menganggap Cheng tewas.
Pada saat itu Cheng sebenarnya kena musibah. Ia dirampok dan hartanya habis. Karena tak bisa mengirim uang ke anak-istrinya dan malu pada keluarganya, untuk pulang ia memilih menggelandang di Ningbo. Sampai forografer amatir itu memasang fotonya di internet pada Januari 2010.
Di internet, Cheng mendapat julukan beragam mulai dari pengemis keren, pengemis seksi, sampai "Brother Sharp". Bahkan ada yang mengaku-aku ia sebagai suaminya segala. Nah suatu kali, sang adik melihat kakaknya di internet dan yakin kalau itu Cheng Guorong. Sayangnya saat itu istri Cheng sudah tewas akibat kecelakaan lalu-lintas.
Hidup Baru

Maka, adik dan ibunya mencari Cheng ke Ningbo dan mereka pun bertemu. Hanya saja Cheng tak banyak bicara. Ini membuat adik dan ibunya harus memeriksakan dia ke rumah sakit Ningbo Psychiatric Hospital. Rumah sakit itu menemukan kalau Cheng secara psikologis sakit. Rumah sakit meminta keluarganya tetap merawatnya di rumah sakit itu. Namun adiknya bilang, ia akan membawa sang kakak pulang karena rumah akan menjadi tempat penyembuhannya yang terbaik.
Makan bersama keluarga, setelah terpisah selama 11 tahun
Berita Cheng bertemu keluarganya setelah 11 tahun, mengundang simpati para penggermarnya. Mereka pun ramai-ramai memberi sumbangan. Terkumpul uang lebih dari Rp 130 juta untuk Cheng, yang akan memulai hidup baru bersama dua anaknya yang kini berusia 10 dan 11 tahun. Menurut The Telegraph, Cheng juga mendapat "pekerjaan" sebagai bintang iklan dan fotomodel. Bahkan film tentangnya sedang dibuat (dibintangi oleh bintang film China, Carl Ng).
Sekarang Cheng sudah berubah nasibnya, dari gelandangan menjadi "selebritis" dunia karena gaya berpakaiannya yang modis.

Pengemis yang Berubah Nasib karena Gaya Berpakaiannya

Pengemis Cheng Guorong punya gaya tersendiri dalam hal berpakaian. Tentu ia tidak mengenakan baju mahal, namun cara berpakaiannya memang modis. Meski jaket yang dikenakannya kumal dan ikat pinggangnya hanya berupa potongan kain, tampilan Cheng memang keren.
Rambutnya yang dibiarkan acak-acakan justru membuatnya tambah gaya. Apalagi kala berjalan di jalanan Ningbo, China. Karena itu ia kerap jadi pusat perhatian, termasuk perhatian seorang fotografer. Oleh fotografer amatir itu, foto Cheng dikirim ke sebuah forum dan mendapat banyak respon.

pengemis yang modis

Belakangan fotonya makin banyak di internet dan menjadikan Cheng sebagai salah satu "tokoh" yang paling banyak dicari. Beragam komentar yang mengaguminya muncul. Sampai-sampai sejumlah artis ikut memberi komentar tentang gaya berpakaiannya. Jangan heran jika koran besar Inggris The Independent kemudian memuat ceritanya dengan judul Handsome Chinese Vagrant Draw Fans of "Homeless Chic". Begitu juga koran lainnya, seperti The Telegraph.
Kena Musibah
Latar belakang Cheng sebenarnya tak begitu buruk. Cheng yang kelahiran tahun 1976 suatu kali meninggalkan Boyang untuk mengadu nasib ke Ningbo mencari pekerjaan. Ia meninggalkan istri yang sedang hamil dan seorang anak usia setahun. Setelah mendapat pekerjaan ia menetap di sana. Keluarganya juga tahu ia di sana. Akan tetapi setelah tahun 2003 keluarganya kehilangan kontak. Mereka berkali-kali datang ke Ningbo mencarinya namun tak juga bertemu. Akhirnya keluarga menganggap Cheng tewas.
Pada saat itu Cheng sebenarnya kena musibah. Ia dirampok dan hartanya habis. Karena tak bisa mengirim uang ke anak-istrinya dan malu pada keluarganya, untuk pulang ia memilih menggelandang di Ningbo. Sampai forografer amatir itu memasang fotonya di internet pada Januari 2010.
Di internet, Cheng mendapat julukan beragam mulai dari pengemis keren, pengemis seksi, sampai "Brother Sharp". Bahkan ada yang mengaku-aku ia sebagai suaminya segala. Nah suatu kali, sang adik melihat kakaknya di internet dan yakin kalau itu Cheng Guorong. Sayangnya saat itu istri Cheng sudah tewas akibat kecelakaan lalu-lintas.
Hidup Baru

Maka, adik dan ibunya mencari Cheng ke Ningbo dan mereka pun bertemu. Hanya saja Cheng tak banyak bicara. Ini membuat adik dan ibunya harus memeriksakan dia ke rumah sakit Ningbo Psychiatric Hospital. Rumah sakit itu menemukan kalau Cheng secara psikologis sakit. Rumah sakit meminta keluarganya tetap merawatnya di rumah sakit itu. Namun adiknya bilang, ia akan membawa sang kakak pulang karena rumah akan menjadi tempat penyembuhannya yang terbaik.
Makan bersama keluarga, setelah terpisah selama 11 tahun
Berita Cheng bertemu keluarganya setelah 11 tahun, mengundang simpati para penggermarnya. Mereka pun ramai-ramai memberi sumbangan. Terkumpul uang lebih dari Rp 130 juta untuk Cheng, yang akan memulai hidup baru bersama dua anaknya yang kini berusia 10 dan 11 tahun. Menurut The Telegraph, Cheng juga mendapat "pekerjaan" sebagai bintang iklan dan fotomodel. Bahkan film tentangnya sedang dibuat (dibintangi oleh bintang film China, Carl Ng).
Sekarang Cheng sudah berubah nasibnya, dari gelandangan menjadi "selebritis" dunia karena gaya berpakaiannya yang modis.

Posted at 8:10 AM |  by kang obet

Text Widget

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top