All Stories
Showing posts with label kontroversi. Show all posts
Showing posts with label kontroversi. Show all posts

Monday, November 28, 2011

Anda pasti takkan pernah melupakan dongeng-dongeng klasik yang telah menjadi dongeng abadi dan bahkan telah difilmkan, seperti Cinderella, Putih Salju dan Little Marmaid. Tapi tahukah Anda kalau alur cerita dongeng-dongeng itu sebenarnya sudah tidak asli, karena bukan seperti itu alur ceritanya ketika pertama kali muncul ke tengah publik?

Sebuah buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales memaparkan, dongeng-dongeng yang kita kenal itu pada awalnya sebenarnya memiliki alur cerita yang sangat mengerikan, menakutkan, bahkan ada yang sadis, sehingga karena dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal negatif bagi anak-anak yang menjadi sasaran utama konsumsi dongeng-dongeng itu, maka oleh para penulis yang mempopulerkannya, seperti HC Anderson, Brother Grimms, dan Walt Disney, diubah sedemikian rupa sehingga menjadi dongeng-dongeng yang mendidik dan menyentuh hati.

Mau tahu dongeng-dongeng mana saja yang dimodifikasi seperti itu? Ini dia ;

1. Snow White and Seven Dwarfs


Dalam versi yang kita kenal selama ini, hidup Putih Salju sangat tersiksa akibat kedengkian ratu yang ingin menjadi orang paling cantik di seluruh negeri. Bahkan dengan menyamar sebagai tukang buah, ratu yang jahat itu berhasil membunuh Putih Salju dengan apel beracun, meski akhirnya Putih Salju dapat hidup kembali setelah dicium seorang pangeran.

Dalam versi aslinya, setelah Putih Salju diboyong ke istana oleh pangeran, ratu dihukum dengan sangat sadis. Caranya, kedua kakinya dipasung dengan sepatu besi, dan si ratu dipaksa menari di hadapan Putri Salju sampai mati.


2. Cinderella

Dalam versi aslinya, saat Pangeran mencari pemilik sepatu kaca yang tertinggal dalam pesta di istana, Ibu Tiri Cinderella memotong jari-jari kaki Brunella karena kaki anak sulungnya ini terlalu besar ketika mencoba sepatu itu. Tujuannya tentu saja agar kaki Brunella menjadi kecil dan pas dengan sepatu. Namun tetap gagal. Ibu Tiri Cinderella kemudian menggilas kaki Barbetta, anak bungsunya, dengan roda kereta kuda karena kaki anak keduanya ini terlalu kekecilan untuk sepatu itu. Tujuannya tentu saja agar kaki Barbetta membesar dan pas dengan sepatu itu.

Selain plot mengerikan ini, diakhir cerita, setelah pangeran menemukan Cinderella, pangeran yang marah atas kekejaman Ibu Tiri dan kedua saudara Cinderella, memerintahkan burung elang peliharaannya untuk mematuk dan memakan mata Ibu Tiri Cinderella, dan kemudian mengusirnya. Ibu Tiri Cinderella dan kedua anaknya, Brunella dan Barbetta, lalu menjadi pengemis dan tinggal di luar kota.

Dalam versi yang kita kenal sekarang, bahkan dalam film kartun yang diproduksi Walt Disney, Cinderella memaafkan kekejaman Ibu Tiri dan kedua saudara tirinya, dan mengajak mereka tinggal di istana bersamanya.


3. Hansel and Gretel

Kisah rekaan Brother Grimms ini awalnya dibuat untuk orang dewasa. Namun karena tidak populer, akhirnya versinya diubah dan disesuaikan untuk anak-anak. Dalam versi dewasanya, Hansel dan Gretel diceritakan sering disiksa oleh orang tuanya yang psikopat. Sang ayah sering menyambuk mereka dan sang ibu suka melukai kedua anak itu dengan menyayat kulit mereka, kemudian tertawa-tawa saat melihat darah mengalir keluar dari kulit yang tersayat itu.

Saat kedua anak itu kabur dari rumah, keduanya bertemu rumah yang terbuat dari permen/coklat, yang tidak lain adalah milik tukang sihir. Yang mengejutkan, tukang sihir ini seorang kanibal. Hansel dan Gretel pun dibunuh dan dimakan olehnya. Dongeng ini merupakan cerita pertama yang mengangkat tema kanibalisme.


4. Little Red Riding Hood

Dongeng klasik ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata tentang penyerangan seekor srigala terhadap seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadiannya pada abad 18 di Eropa. Waktu itu ada seorang anak yang disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit dan tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh pergi saat subuh, namun entah mengapa sang anak memutuskan pergi tengah malam. Di perjalanan, dia dikejar srigala, namun berhasil meloloskan diri dan tiba di rumah neneknya. Namun tak disangka, begitu dia masuk, dia disergap srigala lain yang sedang memakan neneknya ketika dia datang. Gadis itu pun tewas secara mengenaskan. Begitupula neneknya.

Kisah asli Little Red Riding Hood ini nyaris difilmkan secara utuh dengan judul 'Hoodwinkled', namun karena film itu dikhususkan untuk anak-anak, akhirnya alur cerita diubah sesuai yang kita ketahui saat ini. Jika tidak, kita mungkin takkan sudi membaca buku tentang dongeng ini ataupun menonton filmnya, karena sangat menakutkan.

5. The Little Mermaid

Ini termasuk dongeng anak-anak yang amat menyentuh, bertutur tentang seorang putri duyung bernama Ariel yang jatuh cinta kepada seorang pangeran yang dilihatnya berada di geladak sebuah kapal.

Dalam versi aslinya, setelah berhasil menjadi manusia berkat bantuan seorang penyihir, Ariel dibekali sebilah pisau yang selalu diselipkan di balik rambutnya yang panjang dan tebal agar jika ada yang mencurigai kalau dia sebenarnya putri duyung, maka dia harus membunuh orang itu, sehingga selain jati dirinya tetap tak terungkap, keberadaan kerajaan Neptunus dan spesies mermaid di dasar laut pun tidak diketahui dan tidak menjadi buruan manusia. Akhir cerita versi asli The Little Mermaid ini pun menyedihkan, karena pangeran menolak cinta Ariel dan menikah dengan gadis lain. Ariel yang patah hati akhirnya bunuh diri dengan pisau yang dibawanya itu

Kisah Mengerikan dan Sadis di Balik 5 Dongeng Klasik Terpopuler

Anda pasti takkan pernah melupakan dongeng-dongeng klasik yang telah menjadi dongeng abadi dan bahkan telah difilmkan, seperti Cinderella, Putih Salju dan Little Marmaid. Tapi tahukah Anda kalau alur cerita dongeng-dongeng itu sebenarnya sudah tidak asli, karena bukan seperti itu alur ceritanya ketika pertama kali muncul ke tengah publik?

Sebuah buku berjudul The Most Creepy Fairy Tales memaparkan, dongeng-dongeng yang kita kenal itu pada awalnya sebenarnya memiliki alur cerita yang sangat mengerikan, menakutkan, bahkan ada yang sadis, sehingga karena dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal negatif bagi anak-anak yang menjadi sasaran utama konsumsi dongeng-dongeng itu, maka oleh para penulis yang mempopulerkannya, seperti HC Anderson, Brother Grimms, dan Walt Disney, diubah sedemikian rupa sehingga menjadi dongeng-dongeng yang mendidik dan menyentuh hati.

Mau tahu dongeng-dongeng mana saja yang dimodifikasi seperti itu? Ini dia ;

1. Snow White and Seven Dwarfs


Dalam versi yang kita kenal selama ini, hidup Putih Salju sangat tersiksa akibat kedengkian ratu yang ingin menjadi orang paling cantik di seluruh negeri. Bahkan dengan menyamar sebagai tukang buah, ratu yang jahat itu berhasil membunuh Putih Salju dengan apel beracun, meski akhirnya Putih Salju dapat hidup kembali setelah dicium seorang pangeran.

Dalam versi aslinya, setelah Putih Salju diboyong ke istana oleh pangeran, ratu dihukum dengan sangat sadis. Caranya, kedua kakinya dipasung dengan sepatu besi, dan si ratu dipaksa menari di hadapan Putri Salju sampai mati.


2. Cinderella

Dalam versi aslinya, saat Pangeran mencari pemilik sepatu kaca yang tertinggal dalam pesta di istana, Ibu Tiri Cinderella memotong jari-jari kaki Brunella karena kaki anak sulungnya ini terlalu besar ketika mencoba sepatu itu. Tujuannya tentu saja agar kaki Brunella menjadi kecil dan pas dengan sepatu. Namun tetap gagal. Ibu Tiri Cinderella kemudian menggilas kaki Barbetta, anak bungsunya, dengan roda kereta kuda karena kaki anak keduanya ini terlalu kekecilan untuk sepatu itu. Tujuannya tentu saja agar kaki Barbetta membesar dan pas dengan sepatu itu.

Selain plot mengerikan ini, diakhir cerita, setelah pangeran menemukan Cinderella, pangeran yang marah atas kekejaman Ibu Tiri dan kedua saudara Cinderella, memerintahkan burung elang peliharaannya untuk mematuk dan memakan mata Ibu Tiri Cinderella, dan kemudian mengusirnya. Ibu Tiri Cinderella dan kedua anaknya, Brunella dan Barbetta, lalu menjadi pengemis dan tinggal di luar kota.

Dalam versi yang kita kenal sekarang, bahkan dalam film kartun yang diproduksi Walt Disney, Cinderella memaafkan kekejaman Ibu Tiri dan kedua saudara tirinya, dan mengajak mereka tinggal di istana bersamanya.


3. Hansel and Gretel

Kisah rekaan Brother Grimms ini awalnya dibuat untuk orang dewasa. Namun karena tidak populer, akhirnya versinya diubah dan disesuaikan untuk anak-anak. Dalam versi dewasanya, Hansel dan Gretel diceritakan sering disiksa oleh orang tuanya yang psikopat. Sang ayah sering menyambuk mereka dan sang ibu suka melukai kedua anak itu dengan menyayat kulit mereka, kemudian tertawa-tawa saat melihat darah mengalir keluar dari kulit yang tersayat itu.

Saat kedua anak itu kabur dari rumah, keduanya bertemu rumah yang terbuat dari permen/coklat, yang tidak lain adalah milik tukang sihir. Yang mengejutkan, tukang sihir ini seorang kanibal. Hansel dan Gretel pun dibunuh dan dimakan olehnya. Dongeng ini merupakan cerita pertama yang mengangkat tema kanibalisme.


4. Little Red Riding Hood

Dongeng klasik ini sebenarnya diangkat dari kisah nyata tentang penyerangan seekor srigala terhadap seorang anak perempuan berkerudung merah. Kejadiannya pada abad 18 di Eropa. Waktu itu ada seorang anak yang disuruh orang tuanya mengunjungi nenek mereka yang sakit dan tinggal di hutan. Awalnya, anak itu disuruh pergi saat subuh, namun entah mengapa sang anak memutuskan pergi tengah malam. Di perjalanan, dia dikejar srigala, namun berhasil meloloskan diri dan tiba di rumah neneknya. Namun tak disangka, begitu dia masuk, dia disergap srigala lain yang sedang memakan neneknya ketika dia datang. Gadis itu pun tewas secara mengenaskan. Begitupula neneknya.

Kisah asli Little Red Riding Hood ini nyaris difilmkan secara utuh dengan judul 'Hoodwinkled', namun karena film itu dikhususkan untuk anak-anak, akhirnya alur cerita diubah sesuai yang kita ketahui saat ini. Jika tidak, kita mungkin takkan sudi membaca buku tentang dongeng ini ataupun menonton filmnya, karena sangat menakutkan.

5. The Little Mermaid

Ini termasuk dongeng anak-anak yang amat menyentuh, bertutur tentang seorang putri duyung bernama Ariel yang jatuh cinta kepada seorang pangeran yang dilihatnya berada di geladak sebuah kapal.

Dalam versi aslinya, setelah berhasil menjadi manusia berkat bantuan seorang penyihir, Ariel dibekali sebilah pisau yang selalu diselipkan di balik rambutnya yang panjang dan tebal agar jika ada yang mencurigai kalau dia sebenarnya putri duyung, maka dia harus membunuh orang itu, sehingga selain jati dirinya tetap tak terungkap, keberadaan kerajaan Neptunus dan spesies mermaid di dasar laut pun tidak diketahui dan tidak menjadi buruan manusia. Akhir cerita versi asli The Little Mermaid ini pun menyedihkan, karena pangeran menolak cinta Ariel dan menikah dengan gadis lain. Ariel yang patah hati akhirnya bunuh diri dengan pisau yang dibawanya itu

Posted at 1:08 PM |  by kang obet
Ketika seorang produser ingin membuat film, tujuannya utamanya tentu saja agar film tersebut laku dijual dan dapat memenuhi serta meluberi pundi-pundi uangnya. Namun entah karena penggarapan yang kurang bagus atau karena hal yang lain, tak sedikit yang justru jeblok di pasaran. Namun demikian, ada sejumlah film yang penggarapan serta temanya menjadi kontroversi, namun tetap laku di pasaran, bahkan meraih penghargaan. Inilah sembilan di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber.


1. Da Vinci Code - 2006


Di antara sembilan film Hollywood paling kontroversial, inilah film yang paling kontroversial, karena film yang diangkat dari novel karya Dan Brown yang juga kontroversial, Da Vinci Code, membuat marah umat Nasrani di seluruh dunia sehingga syuting dan launchingnya saja didemo. Film ini bertutur tentang pembunuhan terhadap seorang orator museum yang akhirnya mengungkap suatu misteri yang tak bisa diterima umat Nasrani, yakni bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, dan Yesus punya keturunan. Padahal selama ini umat Kristen meyakini kalau Maria Magdalena tak lebih dari seorang pelacur.




2. A Clockwork Orange - 1971

Karya sutradara Stanley Kubrick ini diangkat dari novel berjudul sama karya Anthony Burgess. Film yang dibintangi lain Malcolm McDowell dan Patrick Magee ini bercerita tentang Geng Remaja yang hobby melakukan aksi kriminal seperti penganiayaan dan pemerkosaan. Secara tema, film ini menarik, namun penggarapannya mendapatkan kritikan dan kecaman karena adegan-adegan yang ditampilkan dianggap tak layak tayang. Bahkan sutradara film ini sempat diteror akan dibunuh oleh seseorang yang identitasnya hingga kini tak terungkap. Namun demikian, film ini masuk nominasi Oscar, meski The French Connection lah yang berhasil menggondol penghargaan bergengsi di industri perfilman di Hollywood itu.



3. Basic Insting - 1992

Film yang disutradarai Paul Verhoeven ini bercerita tentang seorang detektif yang menyelidiki kasus pembunuhan dengan pemecah es. Film yang dibintangi Michael Douglas dan Sharon Stone ini sukses besar, namun menuai kritik dan kecaman karena film thriller psikologi ini tak hanya mengumbar adegan seks secara vulgar, tapi juga karena kaum gay dan lesbian menganggap, penggambaran tokoh utamanya yang biseksual, dianggap terlalu berlebihan. Terutama penggambarannya pada opening film.



4. The Exorcist - 1971

Film horor yang diangkat dari novel karya William Peter Blatty dengan judul yang sama ini dianggap sebagai film horor terbaik sepanjang masa di Hollywood, namun film tentang gadis kecil yang kerasukan setan ini dikecam habis karena mengumbar dialog yang dianggap kelewat batas. Pasalnya, di antara dialog-dialog tersebut terdapat kata-kata vulgar yang tak layak diucapkan seorang anak, belum lazim digunakan masyarakat Amerika kala itu, dan ada juga kata-kata yang menghujat serta menghina Tuhan dan agama.

5. Aladin - 1992

Filmya yang disutradarai Ron Clements dan John Musker, serta diangkat dari dongeng klasik Timur Tengah ini menjadi kontroversi karena ada dialog yang dianggap terlalu mendiskreditnya bangsa Arab. Pasalnya, dalam film itu terdapat dialog yang bunyinya demikian; “orang Arab akan memotong telinga Anda, jika mereka tidak seperti wajah Anda.". Kecaman antara lain datang dari The American-Arab AntiDiscrimination Committee (Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab). Akhirnya film ini dirilis ulang setelah dialog tersebut diubah.


6. Brokeback Mountain - 2005

Film yang dibesut sutradara asal China ini, Ang Lee, berhasil menyabet piala Oscar, namun sempat dikritik habis karena meruntuhkan stigma tentang cowboy yang macho dan jantan. Pasalnya, film ini bercerita tentang dua cowboy homo yang jelas saja jauh dari jantan. Apalagi karena adegan seks kedua tokohnya disajikan cukup vulgar. Selain itu, ketika film dirilis, di Amerika sedang hangat-hangatnya isu persamaan hak untuk kaum gay/lesbian yang pembahasannya hingga di parlemen.


7. JFK - 1991

Film besutan sutradara Oliver Stone ini bercerita tentang pembunuhan Presiden Amerika John F Kennedy. Film ini sukses di pasaran, namun sempat menuai kontroversi, bahkan dicekal pemerintah Amerika karena plotnya dianggap sarat kebohongan. Seperti kita ketahui, hingga kini kasus pembunuhan JFK memang masih misteri dan belum terungkap tuntas, meski pelakunya, Lee Harvey Oswald, telah diadili.







8. Cannibal Holocaust - 1980

Film Karya Ruggero Deodato bercerita tentang empat mahasiswa yang ingin membuat film dokumenter tentang suku kanibal di Amazon. Begitu film ini diputar perdana di Milan, pengadilan setempat langsung menyitanya, sementara Deodato, sang produser, dijebloskan ke penjara karena pihak berwenang yakin film itu bukan rekaan, dan kematian para tokoh di film tersebut sungguhan. Untung saja para aktor pemeran itu kemudian muncul di TV dan menjelaskan kalau yang tergambar di film itu hanya rekayasa. Mereka adalah aktor-aktor amatiran yang tidak dikenal, dan bersedia diberi honor rendah.





9. Calligula - 1979

Film karya karya Tinto Brass ini bercerita tentang Calligula, kaisar Romawi yang kontroversial. Namun begitu film ini dilaunching, film ini juga menuai kontroversi karena penggarapan film ini sangat vulgar sehingga dikategorikan film XXX alias film porno. Akibatnya, meski biaya pembuatan film ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perfilman Hollywood kala itu, namun film ini juga merupakan film yang paling rugi dalam sejarah Hollywood hingga saat ini karena tak bisa tayang bebas di bioskop-bioskop.





Sumber : http://myintermezo.blogspot.com

9 Film Hollywood Paling Kotroversial

Ketika seorang produser ingin membuat film, tujuannya utamanya tentu saja agar film tersebut laku dijual dan dapat memenuhi serta meluberi pundi-pundi uangnya. Namun entah karena penggarapan yang kurang bagus atau karena hal yang lain, tak sedikit yang justru jeblok di pasaran. Namun demikian, ada sejumlah film yang penggarapan serta temanya menjadi kontroversi, namun tetap laku di pasaran, bahkan meraih penghargaan. Inilah sembilan di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber.


1. Da Vinci Code - 2006


Di antara sembilan film Hollywood paling kontroversial, inilah film yang paling kontroversial, karena film yang diangkat dari novel karya Dan Brown yang juga kontroversial, Da Vinci Code, membuat marah umat Nasrani di seluruh dunia sehingga syuting dan launchingnya saja didemo. Film ini bertutur tentang pembunuhan terhadap seorang orator museum yang akhirnya mengungkap suatu misteri yang tak bisa diterima umat Nasrani, yakni bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, dan Yesus punya keturunan. Padahal selama ini umat Kristen meyakini kalau Maria Magdalena tak lebih dari seorang pelacur.




2. A Clockwork Orange - 1971

Karya sutradara Stanley Kubrick ini diangkat dari novel berjudul sama karya Anthony Burgess. Film yang dibintangi lain Malcolm McDowell dan Patrick Magee ini bercerita tentang Geng Remaja yang hobby melakukan aksi kriminal seperti penganiayaan dan pemerkosaan. Secara tema, film ini menarik, namun penggarapannya mendapatkan kritikan dan kecaman karena adegan-adegan yang ditampilkan dianggap tak layak tayang. Bahkan sutradara film ini sempat diteror akan dibunuh oleh seseorang yang identitasnya hingga kini tak terungkap. Namun demikian, film ini masuk nominasi Oscar, meski The French Connection lah yang berhasil menggondol penghargaan bergengsi di industri perfilman di Hollywood itu.



3. Basic Insting - 1992

Film yang disutradarai Paul Verhoeven ini bercerita tentang seorang detektif yang menyelidiki kasus pembunuhan dengan pemecah es. Film yang dibintangi Michael Douglas dan Sharon Stone ini sukses besar, namun menuai kritik dan kecaman karena film thriller psikologi ini tak hanya mengumbar adegan seks secara vulgar, tapi juga karena kaum gay dan lesbian menganggap, penggambaran tokoh utamanya yang biseksual, dianggap terlalu berlebihan. Terutama penggambarannya pada opening film.



4. The Exorcist - 1971

Film horor yang diangkat dari novel karya William Peter Blatty dengan judul yang sama ini dianggap sebagai film horor terbaik sepanjang masa di Hollywood, namun film tentang gadis kecil yang kerasukan setan ini dikecam habis karena mengumbar dialog yang dianggap kelewat batas. Pasalnya, di antara dialog-dialog tersebut terdapat kata-kata vulgar yang tak layak diucapkan seorang anak, belum lazim digunakan masyarakat Amerika kala itu, dan ada juga kata-kata yang menghujat serta menghina Tuhan dan agama.

5. Aladin - 1992

Filmya yang disutradarai Ron Clements dan John Musker, serta diangkat dari dongeng klasik Timur Tengah ini menjadi kontroversi karena ada dialog yang dianggap terlalu mendiskreditnya bangsa Arab. Pasalnya, dalam film itu terdapat dialog yang bunyinya demikian; “orang Arab akan memotong telinga Anda, jika mereka tidak seperti wajah Anda.". Kecaman antara lain datang dari The American-Arab AntiDiscrimination Committee (Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab). Akhirnya film ini dirilis ulang setelah dialog tersebut diubah.


6. Brokeback Mountain - 2005

Film yang dibesut sutradara asal China ini, Ang Lee, berhasil menyabet piala Oscar, namun sempat dikritik habis karena meruntuhkan stigma tentang cowboy yang macho dan jantan. Pasalnya, film ini bercerita tentang dua cowboy homo yang jelas saja jauh dari jantan. Apalagi karena adegan seks kedua tokohnya disajikan cukup vulgar. Selain itu, ketika film dirilis, di Amerika sedang hangat-hangatnya isu persamaan hak untuk kaum gay/lesbian yang pembahasannya hingga di parlemen.


7. JFK - 1991

Film besutan sutradara Oliver Stone ini bercerita tentang pembunuhan Presiden Amerika John F Kennedy. Film ini sukses di pasaran, namun sempat menuai kontroversi, bahkan dicekal pemerintah Amerika karena plotnya dianggap sarat kebohongan. Seperti kita ketahui, hingga kini kasus pembunuhan JFK memang masih misteri dan belum terungkap tuntas, meski pelakunya, Lee Harvey Oswald, telah diadili.







8. Cannibal Holocaust - 1980

Film Karya Ruggero Deodato bercerita tentang empat mahasiswa yang ingin membuat film dokumenter tentang suku kanibal di Amazon. Begitu film ini diputar perdana di Milan, pengadilan setempat langsung menyitanya, sementara Deodato, sang produser, dijebloskan ke penjara karena pihak berwenang yakin film itu bukan rekaan, dan kematian para tokoh di film tersebut sungguhan. Untung saja para aktor pemeran itu kemudian muncul di TV dan menjelaskan kalau yang tergambar di film itu hanya rekayasa. Mereka adalah aktor-aktor amatiran yang tidak dikenal, dan bersedia diberi honor rendah.





9. Calligula - 1979

Film karya karya Tinto Brass ini bercerita tentang Calligula, kaisar Romawi yang kontroversial. Namun begitu film ini dilaunching, film ini juga menuai kontroversi karena penggarapan film ini sangat vulgar sehingga dikategorikan film XXX alias film porno. Akibatnya, meski biaya pembuatan film ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perfilman Hollywood kala itu, namun film ini juga merupakan film yang paling rugi dalam sejarah Hollywood hingga saat ini karena tak bisa tayang bebas di bioskop-bioskop.





Sumber : http://myintermezo.blogspot.com

Posted at 1:00 PM |  by kang obet

Sunday, November 6, 2011

Wow... Malaikat Malaikat Cantik Terjatuh Akibat Deodoran di Protes!

Iklan deodoran terbaru yang menceritakan bidadari-bidadari cantik jatuh ke bumi akibat tersedot bau ketek cowok, diprotes dan dilarang di Afrika. Dailymail melaporkan, Iklan tersebut disiarkan di jaringan televisi Afrika Selatan tahun ini untuk mempromosikan deodoran populer, yang dijual di Inggris seperti Lynx. Namun iklan itu menjadi subyek penyelidikan Otorita Standar Periklanan negara itu, menyusul keluhan dari penonton Nasrani.

Pengadu laki-laki mengatakan ia marah karena terkesan utusan Tuhan secara harfiah bisa jatuh hanya karena aroma seorang pria dari parfum yang dibelinya di toko. Masyarakat akhirnya mengadu ke ASA dan mengabulkan permohonan mereka dengan melarang iklan tersebut pada awal bulan ini.

Dalam keputusannya, otoritas mengatakan penggambaran malaikat kehilangan status mereka yang taat dan membuat marah Umat Nasrani.

Keputusan tersebut, yang dilaporkan oleh News24 situs Afrika Selatan, menyatakan: "Dengan demikian, masalahnya bukan banyaknya malaikat yang digunakan dalam iklan, melainkan bahwa para malaikat yang terlihat kehilangan, atau mungkin mengorbankan statusnya di surgawi mereka untuk keinginan fana".

Seperti yang kita lihat dalam tulisan terakhir dalam iklan berdurasi 60 detik tersebut bertuliskan "Even Angels Will Fall".



Iklan Malaikat Jatuh Di Protes karena beradegan lupa diri

Wow... Malaikat Malaikat Cantik Terjatuh Akibat Deodoran di Protes!

Iklan deodoran terbaru yang menceritakan bidadari-bidadari cantik jatuh ke bumi akibat tersedot bau ketek cowok, diprotes dan dilarang di Afrika. Dailymail melaporkan, Iklan tersebut disiarkan di jaringan televisi Afrika Selatan tahun ini untuk mempromosikan deodoran populer, yang dijual di Inggris seperti Lynx. Namun iklan itu menjadi subyek penyelidikan Otorita Standar Periklanan negara itu, menyusul keluhan dari penonton Nasrani.

Pengadu laki-laki mengatakan ia marah karena terkesan utusan Tuhan secara harfiah bisa jatuh hanya karena aroma seorang pria dari parfum yang dibelinya di toko. Masyarakat akhirnya mengadu ke ASA dan mengabulkan permohonan mereka dengan melarang iklan tersebut pada awal bulan ini.

Dalam keputusannya, otoritas mengatakan penggambaran malaikat kehilangan status mereka yang taat dan membuat marah Umat Nasrani.

Keputusan tersebut, yang dilaporkan oleh News24 situs Afrika Selatan, menyatakan: "Dengan demikian, masalahnya bukan banyaknya malaikat yang digunakan dalam iklan, melainkan bahwa para malaikat yang terlihat kehilangan, atau mungkin mengorbankan statusnya di surgawi mereka untuk keinginan fana".

Seperti yang kita lihat dalam tulisan terakhir dalam iklan berdurasi 60 detik tersebut bertuliskan "Even Angels Will Fall".



Posted at 5:52 PM |  by kang obet

Text Widget

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top